Rabu, 15 Februari 2012

Sumber Kebahagiaan

Sebuah pemberian ternyata memberikan sensasi emosional tersendiri dan ini yg dinamakan kebahagiaan spiritual. Sebuah kebahagiaan yg kita rasakan bukan ketika kita menerima sesuatu tetapi sebaliknya ketika kita memberikan sesuatu. Tak heran matapun bisa berkaca-kaca dan bahkan dada serasa penuh bahkan bisa sampai terisak-isak sendiri. Tangisan bahagia!

Sumber kebahagiaan hakiki adalah dari dalam diri kita sendiri (internal) bukan dari luar diri kita (eksternal), semakin jauh orang berlari mencari kebahagian maka yg didapati adalah kehampaan. Banyak orang berlomba mencari materi dan kekuasaan lalu mengira dengan limpahan materi dan aneka jabatan yg disandang maka kebahagiaan akan datang menyertainya, namun ternyata malah menjadi beban hidupnya dan akhirnya semakin jauh dari kebahagiaan. Maka tak heran banyak orang kaya dan terkenal hidupnya berakhir dengan tragis, mati bunuh diri atau mati karena overdosis obat, tercatat nama Hitler, Elvis Presley, Michael Jackson dan terakhir penyanyi bersuara emas Whitney Houston mati karena campuran aneka obat penenang.

Kebahagiaan berasal dari dalam diri sendiri bisa timbul ketika kita mensyukuri apa2 nikmat yg sudah kita peroleh dan kemudian merefleksikannya dalam sikap hidup sehari-hari, tidak banyak mengeluh dan sering menyempatkan diri berbagi atas apa yg sudah diperolehnya. Berbagi nikmat sama halnya dengan pupuk yg terus menyuburkan dan menumbuhkembangkan rasa bahagia kita. Maka barangsiapa suka memberi dan berbagi dijamin hidupnya akan bahagia.


Sempatkan berbagi dari hal yg kecil kalau bisa disetiap memulai hari, semoga dampaknya bisa kita dapati berupa keceriaan dan keberkahan sepanjang hari! Amin.


Tulisan ini penulis buat setelah mengalami pagi emosional karena bahagia bisa memberi orang makan di pagi buta. Ceritanya ketika mau berangkat kantor saya lihat ada kekek renta yg lusuh (baca: gelandangan bukan orang gila) yg duduk setengah bersandar di dekat bak sampah rumah tetangga, spontan saya ambilkan sepaket makanan dan lauknya yg saya namakan "paket cinta untuk sesama". Bahagianya luar biasa! berangkat kerja dengan mata berbinar dan sedikit berkaca-kaca serta dada serasa penuh sesak! apalagi ketika mengingat sekilas wajah dan tatapan mata  penuh misteria dari sang kakek. Selamat makan pak! semoga engkau tabah dan kuat menjalani hidup, semoga saya bisa setabah dan sekuat bapak. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar