Kamis, 04 Januari 2018

Selamat Menyongsong Hidup di Zaman Now

Selamat Tahun Baru 2018

Tahun sudah berganti dan zaman juga sudah berubah kekinian (now). Alquran ribuan tahun yang lalu sudah mengingatkan betapa pentingnya masa atau waktu bahkan Allah bersumpah demi waktu. Barang siapa tidak memperhatikan waktunya untuk beramal saleh maka ia akan merugi. Amal saleh terjemahnya bukan hanya ibadah syar'i namun pada semua perbuatan yang kita lakukan termasuk hablum minannaas dan amaliah lainnya.

Zaman now yang serba mudah dan cepat dengan bantuan teknologi telah merubah semua aspek dan sendi kehidupan anak manusia khususnya pada remaja generasi kini yang disebut generasi milenial. Siapapun yang tidak mau berubah atau status quo entah itu entitas bisnis maupun organisasi bakal tertinggal dan mati. 

Tak ayal lagi zaman now sudah datang, bagi entitas yang sudah bersiap sejak lama kedatangan zaman ini sangat dirindukan dan menjadi berkah tersendiri. Namun tidak bagi sebagian entitas lain yang belum bersiap diri, kehadiran zaman now menjadi momok dan walau akhirnya harus ikut  arus pun dengan persiapan diri yang tergopoh-gopoh.

Beruntung bagi entitas yang masih mau berbenah diri karena kesadarannya, karena masih ada yang hanya terbengong saja melihat kehadiran zaman now ini. Sebuah contoh bahwa perubahan telah memaksa perusahaan taxi di tanah air ikut terpukul dengan hadirnya transportasi online, perusahaan yang awalnya menolak kehadiran tekonologi zaman now dengan demontrasipun akhirnya tersadar bahwa kehendak zaman tidak bisa dihadang dan akhirnya mereka menyadari harus turut dalam arus perubahan dengan berbagi aplikasi dengan perusahaan transportasi online yang ada. Begitulah kehendak zaman, perubahan adalah sunatullah.

Pendidikan Tinggi Zaman Now

Zaman now juga berimbas pada pola pikir dan pola tindak generasi milenial dalam menentukan masa depan mereka terutama pilihan program studinya. Program studi yang menyediakan ruang kreativitas yang luas banyak diburu para generasi ini, dan perguruan tinggi suka atau tidak suka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan ini. Perguruan tinggi yang tidak siap bakal ditinggalkan dan lambat lain akan menjadi museum. Perguruan tinggi yang tidak siap akan terlindas zaman dan mati!

Pembelajaran di perguruan tinggi pun cepat atau lambat akan beradaptasi dengan kemajuan teknologi zaman now, kegiatan belajar dan mengajar tidak lagi harus dengan tatap muka di kelas, teknologi ICT (Information and Communication Technology) akan merubah itu semua dengan video conference layaknya generasi milenial ber-video call dengan teman-temannya. Dan resouces di perguruan tinggipun bisa diakses dan dimanfaatkan bersama oleh siapa saja, darimana saja dan kapan saja. Pendek kata, ruang akan memadat dan waktupun akan memendek seperti teori relativitasnya Einstein.


Bersama dan Berbagi atau Mati

Sebuah kisah yang pernah saya dengar dari sebuah siaran radio beberapa tahun yang lalu dalam perjalanan ke kantor ini bisa dijadikan pelajaran bagaimana cara menghadapai perubahan yang bisa jadi sangat ekstrim dari zaman yang pernah ada.

Di musim dingin yang ekstrim di kutub, musim yang sangat berbeda dari musim dingin sebelum-sebelumnya. Dingin yang ekstrim memaksa berbagai jenis hewan di kutub harus berjuang dari maut termasuk jenis landak kutub ini.

Landak-landak kutub ini hidup di lubang-lubang gua kutub dan karena dingin yang ekstrim akhirnya memaksa mereka harus sampai jauh memasuki lorong terdalam dalam lubang gua dan tetap saja dingin menyergap mereka dan sudah mematikan bangsa landak yang sudah berumur dan sakit. Untuk bertahan hidup, landak-landak terus bergerombol dan berdekatan satu dengan yang lain agar suhu badannya terjaga dan tidak membeku. Landak-landak saling berdekatan agar tetap hidup! namun apa daya, duri-duri di sekujur tubuh landak menyebabkan luka-luka berdarah di antara mereka. Akhinya beberapa landak yang tidak merasa nyaman dan terluka memilih memisahkan diri dan menjauh dari rombongan, dan bisa ditebak! mereka akhirnya mati beku.

Melihat hal ini, bangsa landak berembuk dan bersepakat untuk tetap berkumpul dan berdekatan seerat-eratnya adalah satu-satunya jalan, tidak ada pilihan lain agar mereka tetap hangat dan survive walau bakal ada yang terluka terkena duri landak satu dan landak lainnya. Dan benar saja, sampai musim dingin berakhir bangsa landak inilah yang masih banyak bertahan hidup dan keluar sebagai pemenang dalam seleksi alam yang ekstrim.

Tidak ada satupun orang yang sempurna, sebuah tim tidak dibangun dan diisi oleh orang-orang yang sempurna semua namun dibangun dari orang-orang yang masing-masing memiliki kekurangan. Wajar saja dalam berinteraksi satu sama lain bisa terluka dan melukai, kita tidak usah ragu dan takut berinteraksi dengan orang lain atau kelompok lain. Biarkan semua anggota kelompok berproses alamiah menjadi kuat dan tegar, saling mengisi kekurangan dan saling memberikan kelebihan. Ingat bahwa tujuan besarlah yang harus tetap menyatukan dan menjadi fokus tim.

Menghadapi perubahan zaman now, setiap entitas harus sudah bersiap dan mau bergabung dalam entitas lainnya yang lebih besar bersama-sama dalam menghadapi perubahan ini. Bersama dan Berbagi adalah kunci sukses zaman now.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar