Sabtu, 07 September 2019

Menikmati Sebuah Perjalanan


Setelah berkegiatan selama 2 hari di Hannover, yaitu hari Rabu tanggal 4 Septermber di Leibniz University dan hari Kamis, tanggal 5 September 2019 berkunjung di Hochschule University, maka hari Jumat kami berkunjung ke Techniche University Berlin.

Siang hari setelah selesai kegiatan di Hochschule, sekitar pukul 16an siang kami ke Berlin. Perjalanan dari Hannover ke Berlin menggunakan kereta memakan waktu kurang lebih 3 jam berganti kereta di Ulsen dengan biaya 20an/ orang. Kami bertiga memulai dari stasiun sentral di  Hannover via Ulsen baru kemudian ke Berlin.

Tiba di Berlin habis maghrib kamu memesan taxi menuju penginapan yang kami booking online. Kami menginap di hostel agak di luar kota mengingat sulit dan mahalnya hotel di Berlin saat kami datang karena bertepaatan dengan kegiatan lomba lari maraton, kamar yang tersedia minimal €200 kalaupun ada yang di bawah harga terebut lokasinya jauh di luar kota dengan risiko harga taxi yang semakin mahal. Taxi untuk jarak sekitar 7km biayanya sekitar €18. Menginap di hostel memberikan pengalaman tersendiri, walau awalnya kami memesan 3 kamar untuk 3 orang namun kenyataaanya adalah 3 orang dalam satu kamar besar untuk 8 orang. Kami terpaksa berbagi kamar dengan 4 orang lainya dengan ranjang bertingkat untuk 2 orang plus sebuah kamar mandi. Malam itu yang terpenting adalah kami bisa rebahan dan besoknya bisa mandi dan berganti pakaian untuk kegiatan di TU Berlin.

Pagi setelah subuh, kami bersiap ke TU Berlin dan check out. Kami sepakat untuk mencari sarapan di Stasiun Berlin karena lokasinya berada di tengah arah ke kampus TU Berlin dan banyak tersedia konter-konter makanan.  Kami memesan taxi dan segera meluncur ke stasiun. Perjalanan pagi lancar dan tidak sampai 10 menit kami sampai di stasiun dan bergergas masuk mencari konter makanan yang masih sepi dan untunglah sudah ada beberapa kontern yang buka. Kami menuju konter di pojok dan mesesan roti burger dan minum cappuchino walau saya tidak biasa ngopi, biar hangat saja. Setelah sarapan pagi dan mendapatkan akses internet gratis di stasiun Berlin, pukul 8.30 kami berangkat ke kampus dan bertemu dengan Dandy mahasiswa kandidat doktor asal Indonesia yang merupakan narahubung kami dengan Prof. Knut Blind yang kami akan ajak diskusi tentang quality assurance.

Pertemuan dimulai sesuai jadwal pkl.9 dan berakhir pukul 10. Kami dengan ditemani staf kedutaan Indonesia, Alwien pun bergegas ke stasiun Berlin menggunakan mobil rental yang dipesan melalui aplikasi. Uniknya mobil rental ini di parkir di pinggir-pinggir jalan dan ketika kita sudah memesan via aplikasi maka kita bisa menemukan lokasi mobil tersebut dan dengan aplikasi tsb. kita bisa membuka pintu mobil dan langsung bisa dipakai. Pengalaman ini yang belum ada di Indonesia.
Sisa-sisa tembok Berlin

Kami menggunakan mobil rental tersebut berempat berangkat ke  peninggalan tembok Berlin berfoto dan membeli souvenir dan langsung ke stasiun untuk memesan tiket kereta ke Amsterdam. Dan lagi-lagi mobil rentalpun kami tinggal saja di pinggir jalan dan siap dipakai orang lain dengan memesan dari aplikasi. Tiketpun kami pesan untuk keberangkatan pukul 14an dan akan tiba di Amsterdam pukul 21.00 malam. Saya menulis pengalamaan ini dalam perjalanan Berlin – Amsterdam setelah perjalanan sekitar 1.5 jam dari stasiun sentral Berlin.

Kereta berangkat tepat waktu penuh dengan rombongan anak-anak sekolah  yang akan piknik atau kamping akhir pekan di desa dan mungkin sebagian juga pelajar yang pulang kampung ke desa di sekitar kota Berlin. Perjalanan berhenti di beberapa stasiun dan semakin jauh penumpang semakin berkurang, rombongan pelajar yang selama perjalanan berisik sudah tidak ada lagi, satu gerbang paling 10an orang.

Kebun kincir angin modern

Perjalanan ke Amsterdam dengan kereta melewati desa-desa dan kebun jagung. Dalam perjalanan kami melewati kebun angin dengan turbin angin besar-besar yang jumlahnya ratusan berjejer dan bergerak lambat. Turbin angin modern ini dengan putaran baling-balingnya membangkitkan energi listrik. Entah berapa kwh yang dihasilkan setiap kincir angin raksasa tersebut, yang jelas hal ini menyajikan pengalaman bahwa di eropa sudah menerapkan energi yang ramah lingkungan. Sampai jumpa di Amsterdam.




1 komentar:


  1. Izin promo ya Admin^^

    Bosan gak tau mau ngapain, ayo buruan gabung dengan kami
    minimal deposit dan withdraw nya hanya 15 ribu rupiah ya :D
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa
    - Telkomsel
    - XL axiata
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.AJOKARTU.CC ....:)

    BalasHapus