Jumat, 06 September 2019

Pilih dan Eksplorasi Kekhasanmu


Menembus Batas!

Wahai sekalian perguruan tinngi swasta maupun negeri di Indonesia, jika engkau mampu menembus rekognisi internasional, maka tembuslah. Engkau tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Sebuah kampus komputer di  Yogyakarta menembus rekognisi internasional dengan caranya sendiri tidak melalui akreditasi ataupun sertifikasi internasional, yaitu memilih keunikannya sendiri lalu diexplore habis yang tidak dimiliki kampus lain. Kampus ini tidak mau bersaing dengan kampus lain yang sudah terlebih dulu mapan di kriteria-kriteria yang ada, tidak mau bersaing di red ocean melainkan berenang sendiri di blue ocean yang belum banyak pesaingnya. Ya..bidang teknologi digital khususnya animasi.

Kalau kampus ini bersaing dengan jumlah dosen S3 pasti habis, kalah. Bersaing di hasil penelitian terindeks Scopus pasti habis, kalah. Bersaing di sarana praasarana, habis.  Maka  dicarilah dan pilih kekhasan dan keunggulan kampus ini yang bisa diexplore habis sebagai kekuatan yang tidak tertandingi. Bagaimana tidak, kalau kampus berbicara lulusan yang bekerja dengan gaji sekian, maka kampus ini berbicara sejak mahasiswa sudah harus men-generate income dalam US$. Nilai mahasiswa bisa diambil dari seberapa besar income mahasiswa yang bisa didapatkan. Standar beyond standar, out of the box. Dari sinilah nama kampus ini mendapatkan rekognisi masyarakat luas dan bahkan internasional.

Praktik baik dari kampus tsb. yang lain adalah, kalau kampus lain meneliti dan menulis lalu dikirim ke jurnal terindeks Scopus dan memerlukan biaya, maka sebaliknyadi kampus ini peneliti berkarya dan berbenghasilan dulu baru pengalamannya ditulis di jurnal terindeks Scopus. Tak heran bila walau prodi-prodi di kampus ini masih terakreditasi C namun peminatnya membludak melebihi jumlah mahasiswa prodi di kampus besar yang lain. Ukuran mutu tidak berbicara akreditasi lagi namun sudah pada outcome.

Kampus lain, sebuah  sekolah tinggi bidang perbankan di Surabaya juga sudah mulai mempercepat langkah mereka menuju rekognisi innternasioal dengan merevisi targetnya menembus batas border pertama yang terlihat, mendekatkan target agar lebih jelas terlihat dan membumi. Target muluk-muluk hanya seperti dongeng dan mimpi yang sulit dibayangkan kenyataannya entah kapan akan dicapainya. Kita perlu mendekatkan target agar segenap civitas akademika bersemangat seperti melihat dekatnya pulau harapan dibanding pulau yang jauh tidak terlihat.

Semua perguruan tinggi, negeri maupun swasta, besar ataupun kecil, lama atau baru memilki kesempatan yang sama untuk unggul menembus batas-batas mindset ketidakmampuan dan kekurangan, batas-batas kekurangan yang selalu mengungkung untuk hanya mengeluh dan mengeluh, kalah dan pasrah.

Ayo perguruan tinggi, temukan kekhasanmu sebagai kekuatanmu, eksplore habis keunggulanmu dan engkau akan menang menembus batas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar