Sabtu, 07 September 2019

Mengubah Nasib Bangsa: Darimana Memulainya?

Alat tapping kartu

Melihat budaya tertib teratur dan jujur bangsa lain sungguh membuat kagum dan terselip  rasa miris hati ketika dibandingkan dengan budaya bangsa kita. How? Bagaimana tidak. Saya melihat orang  keluar masuk stasiun di Schipol Airport melakukan ‘tapping’ kartu di sebuah alat pembaca kartu seperti di gerbang tol sementara tidak ada palang atau bahan apapun yang menahan orang untuk tidak keluar masuk? dan alat pembaca tersebut tersebar di beberapa titik dan berdiri lebih mirip sandaran tangan saja? rasanya tidak melakukan tappingpun tidak ada ketahuan karena tanpa petugas. Ada lagi, driver taxi ketika kami minta antarkan ke Hotel Best Western Airport malah menunjukkan deretan bis shuttle gratis! mereka tidak memanfaatkan ketidaktahuan kita malah menunjukkan hal yang seharusnya. 

Truk sampah yang bisa mengangkat tempat sampah otomatis
Kesadaran dan kejujuran pada setiap orang adalah kuncinya. Bisa jadi kesadaran membayar tersebut karena tanggung jawab untuk turut memelihara dan membangun kota mereka, bukan sebaliknya malah merusak kotanya. Di kota kita seperti Jakarta, alih-alih turut membangun kota malah yang ada merusak fasilitas yang ada entah saat iseng atau amuk massa karena tim sepak bolanya kalah. Sikap yang tidak bertanggung jawab dan aneh dari warganya.
Tempat sampah yang bersih..tidak ada yang tercecer

Nah inilah PR besar bangsa kita, yaitu membangun sikap mental bangsa kita dan hal tersebut harus dimulai sejak dini. Peran keluarga dan institusi pendidikan dasar dan menengah sangatlah vital dan kunci dalam membangun mental bangsa tersebut.  Pak Presiden Jokowi sudah betul mencanangkan revolusi mental pada periode pertama pemerintahannya, usaha-usaha sudah dimulai hanya saja belum terasa ada hasilnya. Bisa jadi hasilnya akan lama, namun kelihatannya konsep dan pelaksanaannya masih berjalan lambat di lapangan khususnya di sekolah-sekolah dasar menengah atas.

Dalam Al-Qur’an difirmankan bahwa Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga dia mengubah sendiri. Jelas! Bahwa untuk mengubah nasib bangsa kita dengan membangun karakter bangsa seperti bangsa lain tidak ada jalan lain selain kita bangsa ini yang bertekad dan berupaya sungguh menjalankan program perubahan tersebut. Semua komponen bangsa harus sadar dan ikut bertanggung jawab atas suksesnya perubahan tersebut namun tetap saja harus ada instutusi yang menjadi sentral penggerak perubahan yang bertanggung jawab secara institusi dengan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas. Jadi jelas siapa pelaksana tugas dan tanggung jawabnya.


1 komentar:


  1. Izin promo ya Admin^^

    Bosan gak tau mau ngapain, ayo buruan gabung dengan kami
    minimal deposit dan withdraw nya hanya 15 ribu rupiah ya :D
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa
    - Telkomsel
    - XL axiata
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.AJOKARTU.CC ....:)

    BalasHapus